Rabu, 02 Januari 2013

Tulisan 19


Nama          : Tia Sri Rejeki Manik
NPM           : 29210543
Kelas           : 3EB20
Dosen         : Edy Prihantoro
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2#

A. Pengertian Manajemen (Definition of Management)

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari Bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manègeyang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Menurut James A.F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang telah di tentukan.
Dari berbagai pengertian di atas, dapat di rumuskan bahwa manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses pengguna sumber daya organisasi lainnya untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah di tetapkan.
Manajemen mengalami perkembangan yang sangat luar biasa dengan di mulainya revolusi industri. Hal ini dapat di terima karena revolusi industri mengakibatkan perusahaan semakin besar. Perkembangan perusahaan menuntut adanya pemanfaatan biaya secara efektif dan efisien. Selain itu, di perlukan pula pengelolaan perusahaan yang lebih profesional. Pelopor-pelopor manajemen pada saat itu adalah Frederick Taylor, James Watt Jr, Robert Owen, Mathew Boulton, Charless Babbage, dan Henry Fayol. James Watt Jr dan Mathew Boulton banyak mengembangkan teknik manajemen tentang pasar, pengaturan tata letak mesin, dan manajemen personalia.

Peranan/ Metode dalam manajemen :
1. Mengetahui adanya persoalan
2. Mendefinisikan persoalan
3. Mengumpulkan data ,fakta ,dan informasi
4. Menyusun alternative penyeleseian
5. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternative penyeleseian
6. Melaksankan keputusan serta melakukan tindak lanjut

Manajemen terbagi menjadi empat fungsi berikut ini penjelasannya  :

1.            Planning  merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn pendefinisian sasaran utk kinerja organisasi di masa depan dan utk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya-sumber daya yg digunakan yg dibutuhkan utk mencapai sasaran tersebut.
2.            Organizing  merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn penugasan mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen.
3.            Leading  fungsi manajemen yg berkenaan dgn bagaimana menggunakan pengaruh utk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.
4.            Controlling  fungsi manajemen yg berkenaan dgn pengawasan terhadap aktivitas karyawan menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yg sesuai dgn sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan.

II. Organisasi
A.            Pengertian Organisasi
·                        Organisasi adalah perserikatan untuk mencapai tujuan.
·                        Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
·                        Organisasi dalam arti bagan adalah gambaran skematis tentang hubungan kerja sama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai tujuan .
·                        Organisasi dalam arti dinamis adalah proses penetapan dan pembagian pekerjaan,pembatasan tugas dan tanggung jawab, serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga dapat bekerja dengan efektif untuk mencapai tujuan .
Organisasi terdapat tiga faktor atau unsur penting yaitu :
·                        adanya sekelompok orang
·                        adanya hubungan dan pembagian kerja diantara mereka
·                        adanya tujuan yang ingin dicapai

B.             Bentuk organisasi
Dalam suatu organisasi, yang menjadi dasar adalah pembagian kekuasaan dan tanggung jawab. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada masing-masing struktur organisasi yang akan dibahas satu per satu dibawah ini :

1.              Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.

Kebaikannya;
a.             Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
b.             Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
c.             Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.

Keburukannya;
a.             Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
b.             Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c.             Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

2.              Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Kebaikannya;
a.             Pembidangan tugas-tugas jelas.
b.             Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
c.             Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
a. Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
b. Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
3.              Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
a.             Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
b.             Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
c.             Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
a.             Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
b.             Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.
4.              Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.

Prinsip-prinsip organisasi
Agar organisasi berjalan baik, di perlukan pedoman atau prinsip dalam melaksanakan kegiatanya.prinsip-prinsip organisasi adalah :

1.perumusan tujuan dengan jelas
Bila akan melakukan suatu aktivitas, pertama-tama harus dijelaskan dulu tujuannya.bagi suatu organisasi,tujuan aktivitas itu akan berperan sebagai:
*pedoman kearah mana organisasi itu akan dibawa
*landasan bagi organisasi bersangkutan
*menentukan macam aktivitas yang akan dilakukan
*menentukan serangkaian program, prosedur ,koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan mekanisasi

2.pembagian tugas
Dalam suatu organisasi , pembagian tugas merupakan suatu keharusan mutlak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pekerjaan. Pembagian tugas akan menghasilkan departemen-departemen dan deskripsi tugas (job description) )masing-masing departemen sampai unit-unit terkecil dalam organisasi.

3.delagasi kekuasaan
Salah satu prinsip pokok dalam setiap organisasi adalah delagasi kekuasaan. Kepada setiap karyawan yang menduduki jabatan tertentu harus di delegasikan kekuasaan, atau wewenag yang di perlukan agar yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya.wewenang atau kekuasaan itu mempunyai aspek pengambilan 
keputusan , penggunaan peralatan , dan lain sebagainya.

4.rentangan kekuasaan
Yang dimaksud rentangan kekuasaan adalah berapa jumlah orang yang tepat menjadi bawahan seorang pemimpin, agar dia mampu memimpin , membimbing , dan mengawasi secara efektif

5.tingkat tingkat pengawasan
Tingkat pengawasan hendaknya diusahankan sesedikit mungkin.harus diusahakan agar organisasi sesederhana mungkin.selain memudahkan komunikasi , juga agar ada motivasi bagi setiap orang dalam organisasi untuk mencapai tingkat-tingkat tertinggi pada struktur organisasinya.

6.kesatuan perintah dan tanggung jawab
Menurut prinsip ini, seorang bawahan hanya mempunyai seorang atasan yang memberinya perintah dan menerima pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan tugasnya

7.koordinasi
Adanya pembagian tugas dan bagian bagian serta unit-unit terkecil di dalam organisasi, cenderung menimbulkan kekuatan untuk memisahkan diri dari organisasi sebagai suatu keseluruhan .

Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
sebab keberhasilan organisasi:
1. Kesatuan pimpinan dan perintah
2. Solidaritas yang tinggi
3. Pengambilan keputusan yang bijak dan cepat
4. Segala sesuatu yang berkaitan dengan masa depan suatu organisasi harus di musyawarahkan
5. Menjunjung tinggi nilai tanggung jawab dan disiplin
6. Kerja sama yang baik
Sebab kegagalan organisasi:
1. tidak adanya komunikasi yang baik antara anggota organisasi dan pemimpin
2. kekurang kompakan dalam organisasi
3. kurang disiplin
4. tidak bertanggung jawab pada suatu hal yang dikerjakan
5. kerja sama tidak terlalu baik

 sumber:
-          Fuad,M.2001.PENGANTAR BISNIS.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama


Rabu, 12 Desember 2012

Tulisan 18


Nama                    : Tia Sri Rejeki Manik
NPM                      : 29210543
Kelas                     : 3 EB 20
Dosen                   : EDY PRIHANTORO
Mata Kuliah       : Bahasa Indonesia 2#

MONETER & FISKAL


Ada dua alat utama yang digunakan pemerintah dan bank sentral untuk mengarahkan perekonomian kita ke tujuan yang ingin dicapai: kebijakan fiskal dan moneter. Ketika digunakan dengan benar, dua senjata ekonomi ini dapat memiliki hasil yang sama di baik pada merangsang perekonomian dan memperlambatnya ketika memanas. Perdebatan yang masih berlangsung adalah mana yang lebih efektif dalam jangka panjang ataupun pendek.

Kebijakan fiskal adalah ketika pemerintah menggunakan pengeluaran serta pajak untuk menimbulkan dampak terhadap perekonomian. Kombinasi dan interaksi dari pengeluaran pemerintah dan pengumpulan pendapatan adalah keseimbangan yang rumit dimana memerlukan timing yang baik dan sedikit keberuntungan untuk mendapatkan dampak yang sesuai. Dampak langsung dan tidak langsung dari kebijakan fiskal dapat mempengaruhi belanja pribadi, belanja modal, nilai tukar, tingkat defisit dan bahkan suku bunga, yang biasanya dikaitkan dengan kebijakan moneter.

Kebijakan Fiskal – Teori Keynesian
Kebijakan fiskal sering dikaitkan dengan Keynesianisme, yang namanya berasal dari ekonom Inggris John Maynard Keynes. Dengan karya besarnya, "Teori Umum Hubungan Kerja, Bunga dan Uang," dipengaruhi teori-teori baru tentang bagaimana perekonomian bekerja, dan masih dipelajari sampai hari ini. Keynes mengembangkan sebagian besar teori-teorinya selama Depresi Besar dan teori Keynesian telah digunakan dan disalahgunakan dari waktu ke waktu, karena teori ini memang popular dan secara khusus diterapkan untuk mengurangi kemerosotan ekonomi.

Singkatnya, teori-teori ekonomi Keynesian didasarkan pada keyakinan bahwa tindakan proaktif dari pemerintah adalah satu-satunya cara untuk mengarahkan perekonomian. Ini berarti bahwa pemerintah harus menggunakan kekuatan guna meningkatkan permintaan agregat dengan meningkatkan belanja dan menciptakan kondisi uang mudah didapatkan, dimana akan merangsang perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran pada akhirnya meningkat. Gerakan teori Keynesian menunjukkan bahwa kebijakan moneter sendiri memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan krisis keuangan, sehingga menciptakan perdebatan Keynesian versus monetaris.
Sementara kebijakan fiskal telah berhasil digunakan selama dan setelah Depresi Besar, teori Keynesian mulai dipertanyakan pada tahun 1980 setelah popularitas jangka panjang. Monetaris, seperti Milton Friedman, dan pihak lain mengklaim bahwa tindakan pemerintah yang sedang berlangsung tidak membantu negara itu menghindari siklus tak berujung ekspansi produk domestik bruto (PDB) dibawah rata-rata, resesi dan berkutatnya tingkat suku bunga.
Efek Samping
Sama seperti kebijakan moneter, kebijakan fiskal dapat digunakan dalam mempengaruhi baik ekspansi dan kontraksi dari PDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi. Ketika pemerintah melaksanakan kekuasaannya dengan menurunkan pajak dan meningkatkan pengeluaran mereka, mereka menjalankan kebijakan fiskal ekspansif. Sementara di permukaan, upaya ekspansif tampaknya menyebabkan efek positif hanya dengan merangsang ekonomi, ada efek domino yang jauh lebih luas dalam jangkauan. Ketika pemerintah menghabiskan uang dengan kecepatan lebih cepat dari pendapatan pajak yang dapat dikumpulkan, pemerintah dapat menumpuk kelebihan utang karena masalah bunga obligasi untuk membiayai pengeluaran, sehingga menyebabkan peningkatan utang nasional.

Ketika pemerintah meningkatkan jumlah utang selama kebijakan fiskal ekspansif, penerbitan obligasi di pasar terbuka akan berakhir dengan adanya persaingan versus sektor swasta yang mungkin juga perlu untuk menerbitkan obligasi pada saat yang sama. Efek ini dapat menaikkan suku bunga tidak langsung karena meningkatnya persaingan akan dana pinjaman. Bahkan jika stimulus yang diciptakan oleh pengeluaran pemerintah meningkat akan memiliki beberapa efek awal jangka pendek positif, sebagian dari ekspansi ekonomi ini dapat diatasi dengan hambatan yang disebabkan oleh beban bunga yang lebih tinggi untuk peminjam, termasuk pemerintah.
Efek lain tidak langsung dari kebijakan fiskal yang sering diabaikan, adalah potensi bagi investor asing menawar atas mata uang dalam upaya mereka untuk berinvestasi dalam perdagangan obligasi dimana hasilnya lebih tinggi di pasar terbuka. Sementara kuatnya mata uang lokal terdengar positif di permukaan, tergantung pada besarnya perubahan suku bunga, bisa-bisa malah membuat barang-barang lebih mahal untuk ekspor dan asing membuat barang yang lebih murah untuk impor. Karena kebanyakan konsumen cenderung menggunakan harga sebagai faktor yang menentukan dalam pembelian mereka, pergeseran pembelian lebih banyak ke barang asing dan melambatnya permintaan produk dalam negeri dapat menyebabkan ketidakseimbangan perdagangan untuk sementara waktu. Ini semua adalah skenario yang mungkin yang harus dipertimbangkan dan diantisipasi. Tidak ada cara untuk memprediksi hasil mana yang akan muncul dan dengan seberapa besar, karena ada begitu banyak target bergerak lainnya, pengaruh pasar, bencana alam, perang dan setiap event berskala besar lainnya yang dapat menggerakkan pasar.

Langkah-langkah kebijakan fiskal juga ketertinggalan natural, atau keterlambatan waktu dari ketika mereka diperlukan, dan ketika waktu tindakan melewati parlemen dan akhirnya presiden. Dari perspektif peramalan, di dunia yang sempurna dimana ekonom memiliki peringkat akurasi 100% untuk memprediksi masa depan, kebijakan fiskal bisa dilakukan kapanpun diperlukan. Sayangnya, mengingat ketidakpastian yang melekat dan dinamika perekonomian, sebagian besar ekonom mengalami tantangan dalam secara akurat memprediksi perubahan jangka pendek pada ekonomi.

Kebijakan Moneter - Uang Beredar
Moneter juga dapat digunakan untuk mendorong atau memperlambat ekonomi tetapi dikendalikan oleh bank sentral, dengan tujuan akhir untuk menciptakan lingkungan uang mudah. Keynesian dimasa awal tidak percaya bahwa kebijakan moneter punya efek jangka panjang pada perekonomian karena sejak bank memiliki pilihan untuk meminjamkan kelebihan cadangan yang mereka miliki dari suku bunga rendah, mereka dapat memilih untuk tidak meminjamkannya dan Keynesian juga percaya bahwa permintaan konsumen untuk barang dan jasa tidak mungkin berkaitan dengan biaya modal untuk mendapatkan barang tersebut. Pada waktu yang berbeda dalam siklus ekonomi, ini mungkin benar atau mungkin tidak benar, tetapi kebijakan moneter telah terbukti memiliki pengaruh dan dampak terhadap perekonomian dan pasar ekuitas juga pendapatan tetap.

Bank sentral membawa beberapa alat yang kuat dalam gudang senjatanya dan sangat aktif dengan tiga jenis diantaranya. Alat yang paling umum digunakan adalah operasi pasar terbuka, dimana mereka biasanya aktif setiap hari. Mereka membeli dan menjual obligasi pemerintah di pasar terbuka yang dapat meningkatkan atau mengurangi cadangan dengan bank meski mempengaruhi suplai uang apakah mereka membeli atau menjual obligasi. Bank sentral juga dapat mengubah persyaratan cadangan di bank sehingga secara langsung meningkatkan atau menurunkan jumlah uang beredar. Bank sentral juga dapat membuat perubahan dalam tingkat diskonto (suku bunga) yang merupakan alat yang selalu menerima perhatian besar dari media.

Tingkat diskonto seringkali disalahpahami, karena itu bukan kurs resmi dimana konsumen akan membayar pinjaman mereka atau menerima pada rekening tabungan mereka. Namun, tingkat yang dibebankan kepada bank-bank guna meningkatkan cadangan mereka ketika mereka meminjam langsung dari bank sentral. Keputusan bank sentral untuk mengubah suku bunga, bagaimanapun, akan melalui sistem perbankan dan pada akhirnya menentukan apa yang konsumen bayar ketika meminjam dan apa yang mereka terima pada deposito mereka. Secara teori, menerapkan suku bunga rendah akan mendorong bank untuk menahan kelebihan cadangan lebih sedikit dan akhirnya meningkatkan permintaan terhadap uang. Ini menimbulkan pertanyaan: mana yang lebih efektif, kebijakan fiskal atau moneter?

Pertempuran kedua jenis kebijakan ini telah hangat diperdebatkan selama puluhan tahun dan jawabannya adalah keduanya. Misalnya, untuk kebijakan fiskal Keynesian mempromosikan dalam jangka panjang (25 tahun), perekonomian akan melalui beberapa siklus ekonomi. Pada akhir siklus tersebut, aset keras seperti infrastruktur seperti bangunan, jembatan, jalan dan asset jangka panjang lainnya, masih akan berdiri dan kemungkinan besar merupakan hasil dari beberapa jenis intervensi fiskal. Dalam 25 tahun yang sama, bank sentral mungkin campur tangan ratusan kali ddengan menggunakan alat-alat moneter dan mungkin hanya memiliki keberhasilan dalam tujuan mereka untuk beberapa waktu. Di sisi lain, dengan menggunakan hanya satu metode mungkin bukan ide yang terbaik, karena ada kesenjangan dalam kebijakan fiskal karena adanya filterisasi ke dalam perekonomian. Kebijakan moneter telah menunjukkan efektivitasnya dalam memperlambat ekonomi yang sedang memanas dengan kecepatan lebih cepat dari yang diinginkan (ketakutan inflasi), tetapi tidak memiliki pengaruh perubahan yang sama besar ketika waktunya harus mendorong dengan cepat ekonomi untuk berkembang seiring uang sudah mulai mereda, sehingga keberhasilannya tidak cukup terdengar.
sumber:http://fileinvestasi.com
http://manajemenkita.blog.com


Tulisan 17


Nama                    : Tia Sri Rejeki Manik
NPM                      : 29210543
Kelas                     : 3 EB 20
Dosen                    : EDY PRIHANTORO
Mata Kuliah          : Bahasa Indonesia 2#

Pengertian, Proses, Tujuan dan Kegunaan Akuntansi Koperasi


Pengertian Akuntansi Koperasi
Akuntansi koperasi adalah suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, pelaporan dan penafsiran laporan keuangan koperasi dalam satu periode tertentu. Periode tersebut mungkin bulanan, tiga bulanan, enam bulanan atau tahunan. Biasanya periode pelaporan di koperasi adalah satu tahun.
Proses Akuntansi Koperasi
Proses akuntansi koperasi adalah sama dengan proses akuntansi bukan koperasi, yaitu suatu langkah atau tahapan yang harus dilakukan dalam menyusun laporan keuangan koperasi. Tahapan tersebut dimulai dari adanya bukti transaksi berupa nota, kuitansi, faktur jual, faktur beli dan sebagainya, kemudian dimasukkan pada jurnal. Cara pengisian jurnal tersebut adalah memasukan transaksi-transaksi beserta nilai transaksinya dari bukti transaksi dengan cara mendebet atau mengkredit perkiraan-perkiraan tertentu. Ketentuan normal yang berlaku untuk mendebet atau mengkredit suatu perkiraan adalah:
Nama Perkiraan
Bertambah
Berkurang
Saldo Normal
Harta
Debet
Kredit
Debet
Hutang
Kredit
Debet
Kredit
Kekayaan bersih
Kredit
Debet
Kredit
Pendapatan
Kredit
-
Kredit
Biaya
Debet
-
Debet
Dari jurnal yang sudah dibuat kemudian dipindahkan (diposting) pada buku besar. Cara pengisian buku besar ini adalah dengan cara memindahkan setiap perkiraan dari jurnal pada setiap buku besar. Jadi, satu perkiraan adalah satu buku besar. Pemindahbukuan ini diikuti dengan penjumlahan atau pengurangan nilai setiap perkiraan. Jika saldo perkiraan tersebut sama dengan saldo sebelumnya, maka nilai perkiraan tersebut langsung dijumlahkan dan ditulis pada kolom saldo debet atau saldo kredit sesuai dengan posisi kolom sebelumnya. Tapi bila saldo perkiraan tersebut berbeda (debet dan kredit), maka pengisiannya dalam buku besar mengurangi, dan ditempatkan pada kolom saldo yang nilainya lebih besar.
Saldo-saldo dari setiap buku besar baik saldo debet maupun saldo kredit, dipindahkan pada sebuah neraca, yang biasa disebut neraca saldo. Kemudian dibuat sebuah neraca penyesuaian jika terdapat perkiraan-perkiraan yang memang perlu disesuaikan. Perkiraan-perkiraan yang perlu disesuaikan adalah:
1.      Penyusutan gedung.
2.      Penyusutan peralatan.
3.      Biaya yang masih harus dibayar.
4.      Biaya dibayar di muka.
5.      Premi asuransi.
6.      Pendapatan yang masih harus diterima.
7.      Pendapatan diterima di muka.
8.      Persediaan barang dagangan.
Neraca penyesuaian ini dimaksudkan agar pada saat tertentu dapat menggambarkan nilai keuangan yang riil dari sebuah koperasi. Tahap selanjutnya adalah pembuatan neraca lajur. Hal ini perlu dilakukan agar mempermudah dalam pembuatan laporan keuangan yang baik dan benar.
Tahap akhir dari proses akuntansi adalah pembuatan laporan keuangan (PHU, neraca, dan laporan perubahan posisi keuangan bersih). Dalam pembuatan laporan keuangan ini data-datanya diambil dari neraca lajur yaitu dari kolom neraca saldo setelah penyesuaian. Caranya adalah mengklasifikasikan perkiraan-perkiraan mana yang masuk pada unsur PHU dan mana yang masuk pada unsur neraca.
Tujuan dan Kegunaan Akuntansi
Laporan keuangan koperasi sebagai bagian dari akuntansi dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi keuangan koperasi pada pihak-pihak tertentu baik intern maupun ekstern. Pihak intern koperasi adalah para anggota, pengurus, pengawas, dan karyawan. Sedangkan pihak ekstern adalah calon anggota, pemerintah, gerakan koperasi, auditor, dan sebagainya. Sedangkan kegunaan dari laporan keuangan koperasi adalah:
1.      Mengetahui prestasi keuangan koperasi dalam periode tertentu.
2.      Mengetahui jumlah SHU yang diperoleh selama periode tertentu.
3.      Mengetahui jumlah harta, kewajiban, dan kekayaan bersih koperasi selama periode tertentu.
4.      Mengantisipasi kemungkinan penyelewengan yang dilakukan oleh pengelola koperasi.
5.      Mendidik agar tertib administrasi.
6.      Memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk menganalisa keuangan koperasi sebagai bahan pengambilan keputusan.

Sumber : http://www.kopindo.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=439:pengertian-proses-tujuan-dan-kegunaan-akuntansi&catid=214:akuntansi-koperasi&Itemid=439

Tulisan 16


Nama                    : Tia Sri Rejeki Manik
NPM                      : 29210543
Kelas                     : 3 EB 20
Dosen                   : EDY PRIHANTORO
Mata Kuliah       : Bahasa Indonesia 2#

Akuntansi Koperasi Konsumen


Pedoman proses akuntansi koperasi konsumen disusun secara normatif berlandaskan pada :
  1. UU. No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian
  2. PSAK No. 27 tentang akuntansi perkoperasian (IAI)
  3. Pedoman umum implementasi PSAK No.27
Koperasi konsumen adalah koperasi yang para anggotanya merupakan rumah tangga keluarga, yaitu pemakai barang siap pakai yang ditawarkan di pasar. Untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan, seorang konsumen paling sedikit harus mengeluarkan dua pengorbanan, yaitu :
  1. Membayar harga barang/jasa yang dibeli.
  2. Mengeluarkan ongkos-ongkos untuk melakukan pembelian.
Setiap konsumen di sini cenderung mengikuti prinsip ekonomi di dalam upaya mendapatkan barang/jasa yang dibutuhkan. Untuk hal tersebut konsumen berusaha mengeluarkan uang sehemat mungkin. Untuk meraih efisiensi, maka perilaku konsumen yang biasa terlihat adalah :
  1. Berusaha membeli barang/jasa dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan potongan harga
  2. Tawar-menawar dengan penjual untuk memperoleh harga yang lebih rendah
  3. Bila dimungkinkan, konsumen berusaha untuk memproduksi sendiri barang/jasa tersebut.
Perilaku tersebut mungkin bisa dilakukan namun sampai pada suatu batas tertentu oleh konsumen secara individual. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukanlah usaha bersama-sama dalam bentuk badan usaha koperasi. Adapun manfaat berkoperasi, adalah sebagai berikut :
  1. Untuk memperoleh sejumlah tertentu barang/jasa pemenuh kebutuhan konsumsi, maka pengeluaran belanja menjadi lebih efisiensi.
  2. Berdasarkan kemampuan belanja tertentu (ditentukan oleh pendapatan), maka konsumsi dapat ditingkatkan.
Berdasarkan tujuan koperasi konsumen untuk meningkatkan daya beli anggota, maka fungsi-fungsi kegiatan usaha koperasi konsumen diarahkan untuk :
  1. Melakukan pembelian kolektif guna mencapai skala pembelian yang ekonomis. Melalui pembelian kolektif dapat memperkuat posisi permintaan di pasar barang/jasa, sehingga misalnya dapat diperoleh potongan harga. Skala pembelian yang ekonomis adalah biaya belanja untuk persatuan barang/jasa dapat diturunkan apabila jumlah pembelian diperbesar.
  2. Pada skala tertentu yang cukup besar, maka koperasi konsumen dapat menyelenggarakan kegiatan memproduksi barang/jasa sendiri sehingga belanja konsumsi dapat diperhemat.
Badan usaha koperasi konsumen ini adalah badan usaha yang didirikan, dimodali, dikelola, diawasi dan dimanfaatkan sendiri oleh konsumen yang menjadi anggotanya. Maka maju mundurnya koperasi ditentukan oleh partisipasi anggota sebagai pemilik dan juga pengguna pelayanan koperasi.
Di dalam konsep koperasi, maka hubungan ekonomi antara koperasi dengan anggota disebut melayani, sedangkan terhadap bukan anggota disebut memasarkan. Memakai istilah pelayanan terhadap anggota digunakan atas pertimbangan bahwa koperasi mengemban misi dan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Istilah pemasaran digunakan terhadap bukan anggota mengandung arti bahwa koperasi bertindak sebagai perusahaan kapitalis yang bertujuan mencari laba. Pelayanan terhadap anggota, terkait persoalan perhitungan partisipasi anggota serta perhitungan SHU. Sedangkan pemasaran terhadap bukan anggota berhubungan dengan perhitungan laba rugi. Oleh sebab itu pencatatan transaksi ke anggota dengan non anggota harus dipisahkan, karena aktivitas tersebut akan menimbulkan konsekuensi yang berbeda terhadap pelaporan koperasi secara akuntansi pada akhir tahun buku.
Partisipasi anggota baik di dalam kedudukannya sebagai pemilik maupun pelanggan koperasi dapat bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Di dalam akuntansi partisipasi anggota lebih difokuskan kepada bentuk-bentuk yang secara eksplisit dapat diukur dengan satuan uang, sehingga di dalam laporan promosi ekonomi anggota harus terlihat dengan jelas satuan-satuan nilainya. Sebagai pemilik koperasi konsumen, anggota terikat oleh kewajiban :
  1. Menyetor modal kepada koperasi, biasa disebut sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib
  2. Membiayai organisasi koperasi agar koperasi dapat menyelenggarakan fungsi-fungsinya sesuai dengan nilai, norma dan prinsip-prinsip koperasi.
Koperasi konsumen dalam hal menutupi biaya organisasinya akan menetapkan margin harga pada barang/jasa yang dibeli dari pasar atau diproduksi sendiri, sehingga harga koperasi merupakan harga barang/jasa yang dibayar oleh anggota koperasi, yang terdiri dari harga pokok ditambah margin untuk koperasi Hk = Hp + Mk. Dari perhitungan ini dapat diketahui partisipasi anggota di dalam kedudukannya sebagai pelanggan koperasi.
Di dalam harga koperasi berarti anggota berpartisipasi kepada koperasi dalam bentuk :
  1. Membiayai harga barang sebesar harga pokoknya.
  2. Membiayai organisasi koperasi sebesar marjin yang dibayar kepada koperasi.
Total harga pokok dan ditambah margin harga barang/jasa disebut partisipasi bruto anggota. Harga pokok barang yang dibelanjakan oleh koperasi untuk pengadaan barang diselisihkan dengan partisipasi bruto akan menghasilkan margin yang disebut dengan partisipasi neto anggota. Partisipasi neto ini yang terkumpul di koperasi akan menutupi:
  1. Beban usaha
  2. Beban perkoperasian
Beban usaha dan beban perkoperasian ini merupakan beban organisasi koperasi. Apabila koperasi konsumen hanya melayani anggota saja, berarti tidak ada bisnis dengan non anggota, maka: SHU = Sisa Partisipasi anggota (Partisipasi anggota – Biaya organisasi)
Dan apabila dihubungkan dengan bisnis non anggota berarti SHU = (Partisipasi anggota - Biaya organisasi) + Laba.
Sisa partisipasi anggota berhubungan dengan partisipasi anggota di dalam kedudukannya sebagai pelanggan koperasi, sedangkan laba berhubungan dengan bukan anggota. Pembebanan biaya organisasi koperasi terhadap anggota dan non anggota, bilamana terdapat pos biaya yang tidak dapat dipisahkan secara eksplisit, diatur menurut kebijakan koperasi.

Sumber : http://www.kopindo.co.id/index.php?option=com_content&view=category&id=214&layout=blog&Itemid=439


Tulisan 15


Nama                    : Tia Sri Rejeki Manik
NPM                    : 29210543
Kelas                    : 3 EB 20
Dosen                   : EDY PRIHANTORO
Mata Kuliah          : Bahasa Indonesia 2#

REKSADANA

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”
Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:
  1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi
  2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi; dan
  3. Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.
Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerimadividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.
Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana

Tulisan 14


Nama                    : Tia Sri Rejeki Manik
NPM                    : 29210543
Kelas                    : 3 EB 20
Dosen                   : EDY PRIHANTORO
Mata Kuliah          : Bahasa Indonesia 2#

Tabungan

Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Tujuan Menabung dibank adalah :
  1. Penyisihan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan hari depan
  2. Sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu / kelompok
Sarana Penarikan Tabungan :
  1. Buku Tabungan
  2. Slip penarikan
  3. ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
  4. Sarana lainnya (Formulir Transfer, Internet Banking, Mobile Banking, dll)
Perhitungan Bunga Tabungan :
a. Metode Saldo Terendah Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = .... % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei
b. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
c. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.
Faktor-faktor tingkat Tabungan
  1. Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat
  2. Tinggi rendahnya suku bunga bank
  3. adanya tingkat kepercayaan terhadap bank
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Sebelum Anda menabung, tanyakan metode perhitungan bunga yang diberlakukan oleh bank tersebut.
  2. Suku bunga tabungan dapat berubah sewaktuwaktu,karena itu suku bunga ini disebut suku bunga mengambang atau floating rate.
  3. Beberapa bank menetapkan suku bunga tabungan tetap untuk jangka waktu tertentu (fixed rate).
  4. Atas bunga tabungan yang diperoleh akan dikenakan pajak sesuai ketentuan berlaku.